Pentingnya RS. PKU Muhammadiyah

sumber gambar : https://globalrancangselaras.com/projects/gedung-rawat-inap-rs-pku-muhammadiyah-tegal/

dr. H. Arifuddin, Sp.Ot

أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَاءِ مَاءً فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌ بِقَدَرِهَا فَٱحْتَمَلَ ٱلسَّيْلُ زَبَدًا رَّابِيًا ۚ وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِى ٱلنَّارِ ٱبْتِغَاءَ حِلْيَةٍ أَوْ مَتَٰعٍ زَبَدٌ مِّثْلُهُۥ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْحَقَّ وَٱلْبَٰطِلَ ۚ فَأَمَّا ٱلزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاءً ۖ وَأَمَّا مَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ فَيَمْكُثُ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَالَ

Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan” (QS. Ar-Ra’d/13: 17)

            Segala puji dan syukur kehadirat Allah Ta’ala atas segala nikmat. Meskipun banyak melakukan kemaksiatan kepada-Nya, juga melalaikan-Nya, namun karena kasih sayang-Nya, Allah masih terus memberi kenikmatan. Maka tiada cara lain yang dapat dilakukan selain bersyukur, dengan terus meningkatkan kalitas amal serta memanfaatkan sisa umur yang masih ada, untuk memperbaiki amal ibadah yang diridhoi Allah.

            Pernah suatu ketika di RS. PKU Muhammadiyah Gamping kedatangan seorang pasien bernama Ust. Nasirul. Beliau merupakan salah satu pendiri Muhammadiyah Boarding School (MBS) Prambanan. Pada saat masuk waktu shalat Dhuhur, meski dalam keadaan sakit beliau tetap ikut shalat berjamaah. Kemudian setelah selesai shalat, Ust. Nasirul diminta menyampaikan kultum kepada para jamaah yang terdiri dari para pegawai Rumah Sakit dan juga keluarga pasien yang rawat jalan. Pada saat itu, beliau sampaikan salah satu ayat dalam QS. Ar-Ra’d:

فَأَمَّا ٱلزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَآءً ۖ وَأَمَّا مَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ فَيَمْكُثُ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَالَ …

Kurang lebih artinya ialah, “Maka apa saja yang merupakan buih (yang terombang ambing kesana kemari, terbawa oleh air laut, gelombang, tercerai berai lalu) akan hilang. Dan apa saja yang bermanfaat bagi manusia, maka akan tetap berdiri (di dunia dan Allah akan) kokohkan di dunia. Demikianlah Allah memberikan permisalan”.

            Sehingga kalau hanya sebagai buih yang tidak ada manfaatnya, maka akan hilang. Sejak didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan bersama murid-muridnya, Muhammadiyah berhasil melahirkan beberapa amal usaha, yang selanjutnya dikenal dengan istilah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Tujuan yang juga menjadi nafas dari AUM itu sendiri yaitu dakwah amar maruf nahi munkar. Di sinilah arti pentingnya kehadiran Rumah Sakit Muhammadiyah yang memiliki visi tersebut.

            Ada beberpa penelitian yang menyebutkan bahwa banyak Rumah Sakit yang didirikan, namun tidak sampai generasi ketiga, dan hanya ada dua atau tiga saja yang terus bertahan. Pertama, Rumah Sakit milik Pemerintah, hal ini karena ada dana dari pemerintah. Kedua, Rumah Sakit Militer, hal ini karena ada prioritas dari negara. Ketiga, Rumah Sakit dengan misi agama-agama. Apabila Rumah Sakit didirikan pada prioritas bisnis semata, maka hanya akan bertahan pada generasi pertama saja.

            Kenapa diperlukan Rumah Sakit yang visi misinya dakwah amar ma’ruf nahi munkar? Pertama, karena setiap orang berpotensi menjadi pasien, sebagaimana dalam QS. Al-Baqarah: 155 bahwa Allah pasti akan memberikan ujian. Dan Allah pasti akan menguji setiap orang dengan kekurangan jiwa, atau juga dapat dipahami sebagai sakit. Sehingga, banyak orang yang datang ke Rumah Sakit.

            Kedua, masih banyak pasien yang belum bisa menerima penyakitnya. Menurut petugas kerohanian di RS. PKU Muhammadiyah, semakin tinggi gelar yang dimiliki, maka semakin sulit orang itu menerima penyakitnya. Membutuhkan treatment yang lebih, agar apa yang disampaikan dapat masuk ke qalbu, sehingga pasien tersebut mau menerima penyakitnya. Ketika seseorang jauh dari agama, maka biasanya kalimat yang muncul ialah menyalahkan takdir Allah, “dosaku ki opo, kok gusti Allah kejek banget karo aku”. Bahkan ada sebuah penelitian di Gunung Kidul, yang menjelaskan bahwa ada orang yang menyelesaikan masalah sakit kronis dengan cara bunuh diri. Hal tersebut tentunya karena kurang sabar dalam menghadapi penyakitnya, maka disinilah pentingnya dakwah.

            Ketiga, butuh seseorang yang mampu mendampingi, membimbing, dan mengingatkan pasien untuk senantiasa menjalankan shalat. Bersuci sebagai bagian dari syarat sahnya shalat, ternyata masih banyak pasien yang belum mengetahui tata cara bersuci (bertayamum) yang benar. Inilah pentingnya Rumah Sakit yang di dalamnya terdapat pembimbing yang dapat mengingatkan seseorang kepada Allah, terlebih setelah keluar dari Rumah Sakit lebih ingat, dekat dan taat kepada Allah.

            Keempat, karena manusia kadang dicoba oleh Allah dengan penyakit yang sulit sembuhnya. Penyakit kronis, yang harus sering keluar masuk Rumah Sakit. Betapa manusia ingin mencari cara sembuh namun kadang caranya ini berakibat fatal. Pernah terjadi di Kelurahan Banjarasri, Kalibawang. Ada orang tua namanya pak Sari Kromo, ia memiliki sakit di kakinya yang tidak kunjung sembuh. Sehingga suatu ketika ada berita seorang pendeta di Muntilan yang dapat menyembuhkan sakitnya. Kemudian ia berangkat ke tempat tersebut dan singkat cerita, Pak Sari Kromo sembuh kemudian pindah agama. Ia berganti nama menjadi Barnabaj Sari Kromo lalu pulang kampung dalam keadaan sehat. Di desanya, ia kemudian mengajarkan keyakinanya itu kepada masyarakat sekitar. Satu tahun berdakwah, sukses membaptis 137 penduduk Banjarasri. Kemudian pada tahun 1930, beridirilah RS. Santo Yusuf secara resmi.

            Pentingnya membimbing masyarakat, menyadarkan bahwa apapun yang menimpa seseorang itu sudah ditakdirkan oleh Allah. Sakit merupakan ujian dari Allah, yang terpenting ialah mampu bersabar dan tetap berusaha. Semoga dengan sakit tersebut, Allah mengurangi dosa-dosanya. Adakalanya yang berobat ke Rumah Sakit itu sembuh, namun ada juga yang sampai wafat. Di sinilah, bagaimana agar sampai wafatnya ia dalam keadaan muslim, walaa tamuutunna illaa wa antum muslimun. Demikianlah pentingnya Rumah Sakit PKU, terus berusaha menjadi lebih baik. PKU pasti ada kekurangnya, namun terus berupaya untuk membenahi, maka dari itu mohon selalu doa dari masyarakat secara umum dan khususnya warga persyarikatan.